oleh

Perusahaan Asing Ingin Memproduksi Mobil Listrik di Tanah Air

SUARAMUDANEWS.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, benar berminat menanamkan investasi di Indonesia hingga menyusul Hyundai, satu-satunya perusahaan asing yang serius ingin memproduksi mobil listrik murni di Tanah Air.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan kehadiran Tesla diharapkan dapat mendukung pengembangan mobil listrik di Indonesia.

“Kami coba bangun pabrik baterai listriknya di Indonesia supaya nanti muncul OEM mobil listrik di Indonesia. Yang sekarang ini sudah ada investasi, Hyundai, dan nanti berikutnya kami berharap Tesla masuk di Batang, katanya berminat,” kata Taufiek dalam diskusi virtual, Kamis (12/11).

Bulan lalu Tesla disebut Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah menghubungi secara informal menteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk penjajakan investasi.

Kontak itu bukan yang pertama diketahui, pada Oktober 2019 perwakilan Tesla telah mengunjungi Luhut bersama Menteri Perdagangan AS Wilbus Ross. Selain Tesla perwakilan olkswagen, Mercedes-Benz, dan BMW juga datang bersamaan membahas investasi baterai di Indonesia.

Pendiri Tesla, Elon Musk, juga pernah memuji Indonesia pada Juli sebagai negara penghasil nikel, bahan baku baterai kendaraan listrik. Saat ini Indonesia adalah produsen nikel terbesar di dunia.

Sejauh ini Tesla belum mengungkap secara resmi rencana investasi mereka di Indonesia. Menurut pemerintah Tesla berminat mendirikan pabrik di Batang, Jawa Tengah, namun belum jelas apakah untuk kebutuhan produksi mobil atau pembuatan baterai dan industri pendukung lain.

Saat ini investasi produksi mobil listrik baru dinyatakan oleh Hyundai, yang mengatakan bakal melakukannya di pabrik baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada 2022. Pabrik itu bakal beroperasi mulai tahun depan dengan target memproduksi mobil konvensional lebih dulu.

Komentar